Thursday, March 8, 2012

Pemimpin ; bukan "one man show leadership". .


Pemimpin ; bukan "one man show leadership". .
TEAM WORK
Sang Legenda juara dunia mobil Formula Satu asal Jerman Michael Schumacher dulu mendapatkan prestasi yang luar biasa dengan meraih Juara Dunia 6 kali tidaklah lepas dari tangan dingin direktur teknik Ferrari Ross Brawn dan si Boss Jean Todd. Ketika Tahun 1996 keluar dari Benetton dan bergabung di Ferrari; Schumacher mempunyai satu syarat dengan memboyong Ross Brawn bersama-sama masuk kedalam timnya. Schumacher begitu yakin dia tidak bisa bekerja sendirian, dia perlu pendukung dalam kesuksesan karirnya. Demikian juga semua elemen yang paling kecil sekalipun dalam Ferrari Team memberikan andil dalam World Championships yang sepertinya cuma milik Schumacher saat itu. Kita melihat disini bahwa prestasi didapat dari sebuah kelompok kerja (team work).
KEPEMIMPINAN 
Masalah kepemimpinan merupakan topik yang sangat menarik untuk terus dibicarakan,didiskusikan dan dikaji sepanjang abad ini. Hal ini tidak aneh karena sejak adanya manusia dimuka bumi ini sejak zaman Nabi Adam hingga sekarang manusia selalu bersentuhan dengan yang namanya kepemimpinan. Kenapa? Karena manusia, sebagai makhluk sosial, selalu hidup berkelompok, saling berinteraksi dan mempunyai tujuan bersama yang akan dicapai. Tujuan antara manusia satu dan lainnya tentu saja berbeda,tetapi ada satu atau beberapa tujuan bersama yang menyatukan kelompok manusia tersebut sehingga mereka bersatu dan bersama-sama bekerja untuk mencapai tujuan bersama tersebut. Terus, dimana dong urgensinya mengenai kepemimpinan? Nah, untuk mencapai tujuan bersama tersebut diperlukan seorang pemimpin yang bisa memimpin,mengkoordinir dan memandu kelompok manusia tersebut agar bekerja lebih efektif dan efisien.

Disisi lain kenapa ada pemimpin yang gagal dan buruk hasilnya dalam memimpin kelompoknya, sebagai contoh adalah Gamal Abdul Nasser presiden Mesir yang membawa Negara Mesir ke kancah perpecahan diantara rakyatnya dan menjadikan ekonomi Mesir makin parah

Gaya memimpin dan perilaku pemimpin merupakan dua hal yang sangat menentukan keberhasilan dalam kelompoknya. Menurut teori ciri kepemimpinan, ciri kepribadian, sosial, fisik dan intelektual yang menentukan keberhasilan seorang pemimpin. Berdasarkan riset yang telah dilakukan paraahli, terdapat 6 (enam) ciri pemimpin yang menentukan keberhasilan dalam memimpin,yaitu adanya ambisi dan energi, hasrat untuk memimpin, kejujuran dan integritas, percayadiri, kecerdasan dan pengetahuan yang relevan dengan pekerjaan.
.Ada satu hal lagi yang menurut penulis sangat menentukan keberhasilan seorang pemimpin, yaitu karisma. Karisma adalah suatu pesona seorang pemimpin dimata konstituennya yang menjadikan mereka mau dan dengan senang hati dipimpin oleh pemimpin tersebut.
TEAM-WORK LEADERSHIP
Zaman sekarang dimanapun sepertinya sudah ga berlaku lagi sebuah kepemimpinan dengan model Dictatorship,..Haiiizzz…Basi banget,,,Semua orang dimana-mana sepertinya sudah pintar-pintar tidak mau dipimpin dengan model kekuasaan yang absolute. Sistem Demokrasi menjadi primadona di dunia masa sekarang.
Gaya "one man show leadership" udah jadul dan cenderung “ngejengkelin”; kita Bangsa Indonesia udah kenyang akan hal ini walaupun dulu di pelajaran PPKN kita disebutnya "demokrasi terpimpin" tetapi ini hanya sebuah istilah saja, yang sebenarnya demokrasi Terpimpin itu adalah kita dipimpin oleh seorang "raja" yang mempunyai kekuasaan yang absolute. Hasilnya memang tidak selalu jelek, tetapi jika terlalu lama pasti akan timbul ekses-ekses yang buruk diantaranya korupsi, penyalahgunaan kekuasaan dan berbagai akibat lain.
Pemimpin yang kita butuhkan adalah sebuah Team Pemimpin ; bukan "one man show leadership". .
WARNA KEPEMIPINAN
Kriteria yang bagaimana yang harus dimiliki pemimpin? Berpenampilan berwibawa?, haruskan dia pandai? Haruskan dia pintar dalam berbahasa? Yang perlu digaris bawahi adalah Keberhasilah pemimpin juga karena andil dari orang-orang dibelakangnya.
Menurut Yusa Aziz, Coach dan CEO iCOACH, dibutuhkan kepemimpinan yang kuat untuk membangun tim hebat dan memberikan hasil kerja maksimal. Pemimpin yang kuat harus menunjukkan kemampuan memberikan arahan (direction), pengambil keputusan (decide) dan pendelegasian (delegate).
Artinya pemimpin harus tegas memberikan arahan kepada timnya, dan tidak menyerahkan bagaimana baiknya kepada tim. Pengambilan keputusan yang cermat dan tegas juga ada di tangan pemimpin, dan selanjutnya memberikan kewenangan kepada tim untuk menjalankan.
“Kesalahan terbesar dalam kepemimpinan adalah vakum, menunda, tidak mendelagasikan, dan tidak ada arah.
untuk mendapatkan hasil yang sesuai target, rencana kerja yang jelas, dan menumbuhkan kecintaan serta tanggungjawab tinggi dari tim kerja, dibutuhkan karakter pemimpin yang kuat..
Untuk memiliki karakter kepemimpinan yang kuat, pemimpin tim perlu memahami karakter tim kerja lebih dahulu, yakni:
* Tim perlu diarahkan oleh pemimpinnya.
* Tim membutuhkan hirarki.
* Tim membutuhkan struktur yang jelas.
* Tim membutuhkan kejelasan dalam menjalankan rencana kerja.
* Tim membutuhkan ruang untuk bertumbuh.
* Tim membutuhkan penghargaan (reward) atas prestasinya.
Sebagai pemimpin juga tidak boleh pelit mengakui dan memberikan penghargaan atas kinerja tim yang memberi hasil maksimal. Loyalitas dan dedikasi dari tim akan menjadi ganjaran atas kemampuannya memimpin.
Sebuah kelompok pasti memerlukan seorang Pemimpin. Contoh nya adalah Perusahaan..Perusahaan adalah sebuah team yang terdiri dari berbagai elemen, ada Direksi, wakil Direksi, para Manager, kepala cabang, kepala divisi, karyawan administrasi, keuangan, marketing, engineering, team-team penasehat, sampai Office Boy/Girl. Elemen-elemen itulah yang menentukan keberhasilan sebuah team-work leadership.
Perlukah seorang pemimpin yang multi-talents? Hal tersebut tentu tidak dilarang tapi yang terlebih penting adalah kebijaksanaan yang dimiliki pemimpin itu. Kemampuan untuk bisa memberdayakan potensi masing-masing anggota team-work, dan keharmonisan dalam bekerja-sama.
Seorang pemimpin yang dominan, lama-kelamaan akan mengarah ke dictactorship; Kita sudah melihat contoh-contoh nya, bukan?!. Kebijaksanaan-kebijaksanaan yang diproduksi oleh sebuah organisasi terkecilpun tidak boleh ditentukan oleh "satu orang saja", melainkan harus melalui kesepakatan sebuah dewan yang ada  (consensus building).
TEAM KEPEMIMPINAN YANG BERWIBAWA
Kita semua tentu menginginkan seorang pemimpin yang "presents him/herself presidentially" atau figur yang benar-benar menjadi icon bagi kita yang membuat kita bangga dan hormat terhadapnya. Tetapi terlebih penting adalah hasil kerja dari "team-work leadership" itu.
pemimpinan harus membuktikan bahwa mereka adalah orang yang berdedikasi/ komit terhadap kemajuan perusahaan. Kepemimpinan yang efektif memerlukan pembinaan kesepakatan umum (consensus building) dan penggalangan dukungan seluas mungkin terhadap kebijakannya. Inilah kehebatan hasil kerja team-work. Gaya-gaya "oneman show leadership" atau "pemimpin yang berjalan semau sendiri" bertentangan dengan prinsip bekerja dalam kelompok (team work), prinsip pembagian kerja dan pendelegasian wewenang, adalah mutlak diperlukan dalam meraih kemajuan sebuah Perusahaan.
Berikut adalah 8 atribut yang membedakan seorang pemimpin berhasil karena kualitas dari pemimpin yang berhasil menempati posisi puncak karena keberuntungan (kebetulan).
Kepemimpinan Artinya Mampu Memimpin Diri Sendiri
sebagai orang yang menggerakkan roda bisnis perusahaan. Sangat penting bagi seorang pemimpin memiliki kemampuan untuk memimpin dirinya sendiri agar bias fokus dan memotivasi dirinya sama ketika ia memotivasi orang lain.
Jangan Menjadi Diktator
Amat penting untuk tidak melihat perusahaan yang dipimpin sebagai sebuah kerajaan kecil. Ketika roda perusahaan sudah bergulir dengan baik, ini berarti perusahaan tersebut sudah memiliki tenaga-tenaga yang berbakat. Karenanya, jangan sampai seperti membangun sebuah kerajaan kecil dalam perusahaan. Sebagai pemimpin, sebaiknya memandu karyawan , namun jangan mengimplementasikan parameter lebih dari yang diperlukan. Penting untuk bisa memandu bawahan dan untuk menciptakan atmosfer agar karyawan bisa percaya kepada pimpinannya.
Terbuka untuk Mencoba Hal Baru
Salah satu ranjau potensial yang bisa melemahkan sebuah perusahaan yang sedang berkembang adalah rutinitas dan stagnasi. Memang sulit untuk mau mulai menjajaki hal baru dan mencoba untuk mengubah apa yang sudah ada ketika segalanya sudah berjalan damai Padahal, kepemimpinan yang bijaksana harusnya bisa dan mau melakukan perubahan yang disesuaikan dengan zaman demi perbaikan dan perkembangannya sendiri..Sangat sulit bila kita sudah enggan beranjak dari ‘Zona Nyaman”yang turun temurun dari dahulu kala dijalani.
Bhineka Tunggal Ika
Menurut situs MSN, saat ini karyawan dari perusahaan-perusahaan sudah sangat beragam. Tak sedikit pula perusahaan yang sukses dimotori oleh karyawan-karyawan yang latar belakangnya beragam. Pemimpin yang bijaksana akan berusaha untuk memenuhi hal ini semampunya. Kompetisi, yakni sebuah dorongan konstan untuk menyelesaikan tugas lebih cepat, lebih baik, dan lebih murah merupakan sebuah mandat yang kita coba pelajari dan laksanakan secara efektif dengan adanya perbedaan di kantor. Sebuah perusahaan yang berusaha menggabungkan dan mengapresiasi perbedaan ke dalam kultur perusahaannya akan membuat dirinya lebih kuat dan memiliki daya bertahan yang lebih baik.
Bangun Komitmen yang Baik
Bangun dan buktikan bahwa pemimpin memiliki komitmen. Rancang rencana yang masuk akan dan meyakinkan untuk mencapai tujuan akhir seorang pemimpin.
Apa yang dikatakan dan diperintahkan seorang Pemimpin akan diperhatikan oleh anak buahnya,..bagaimana jadinya jika seorang pemimpin tidak mempunyai komitmen, bicaranya mencla mencle,omongannya ga bisa dipegang dan banyak bohongnya, anak buahnya saja tidak percaya apalagi orang lain diluar perusahaan.
Selesaikan Pekerjaan
Kebanyakan pimpinan senang mengutarakan rencana mereka, tapi berapa banyak dari para pimpinan kita yang benar-benar bisa menyelesaikan apa yang mereka katakan? Pimpinan yang tak bisa menyelesaikan atau membuktikan perkataannya akan kehilangan kepercayaan dari anak buah dan relasinya. Kemampuan untuk menyelesaikan tugas dan hal-hal yang dikatakan sangat krusial.
Apresiasi Tulus
Seorang pimpinan harus bisa bersikap tegas, sekaligus juga bisa mengayomi dan bijaksana. Jika ada anak buah yang mampu menyelesaikan target, sebagai seorang Pimpinan harus bisa menyampaikan apresiasi kepadanya. Pimpinan yang memiliki pandangan ke depan harus bisa dan mau memberikan pujian dengan imbalan setimpal yang benar-benar diwujudkan, seperti promosi, kenaikan gaji, bonus, dan lainnya, paling tidak, berupa pengakuan bahwa anak buah tersebut telah berhasil melaksanakan tugas dengan baik . Hal semacam ini akan memotivasi karyawan, tak hanya untuk membuat produktivitas mereka meningkat, tapi juga keinginan untuk setia kepada perusahaan lebih lama.
Kemauan untuk Terus Belajar
Tak sedikit eksekutif bisnis percaya bahwa kemampuan kepemimpinan datang dari sebuah pencerahan atau hadiah dari langit. Tentu, ide-ide bagus bisa datang kepada kita begitu saja, namun, untuk menjadi seorang pemimpin yang hebat, ia harus mau untuk terus belajar tidak hanya dari buku atau sekolah formal saja,tapi dari sekitar kita.


0 comments:

Post a Comment